Kamis, 24 Agustus 2023

Hari ini

24 Agustus.

Hari ini,tepat tiga tahun yang lalu,
Aku berada diatas langit saat engkau dikebumikan.
Hari ini,dalam penerbangan Bali - Semarang yang menjadi saksi hatiku merasakan sakit yang mendalam atas ketidakadilan manusia.
Dan hari ini,Aku memulai belajar banyak hal.
Terima kasih untuk hari ini.
Hari ini,tepat tiga tahun yang lalu.

#restinlove

Senin, 21 November 2022

Manusia yang datang dan pergi

Aku tidak siap dengan kehilangan .
Sedih ketika harus membayangkan kehilangan orang orang yang dekat dengan kita .

Ada yang pergi untuk mengejar masa depannya.Ada yang pergi karena kehidupan baru nya .Dan ada yang pergi karena kisah nya telah usai.
Kata orang,memang hukum alam.Semua ada masa nya .
Kenapa ?
Kenapa harus ada hukum alam?
Kenapa hukum alam memaksa kita untuk memahami makna 'people come and go' ?
Kenapa gak bisa bersama untuk selamanya?Kenapa harus bertemu jika memang akan berpisah ?
Kenapa ?

#Bali,di penghujung tahun 2022

Healing ~ Inner Child yang terluka part 1

Aku yang dari kecil gak pernah dibiasain buat sharing ,gak pernah dibiasain mengungkapkan isi hati lalu dipertemukan dengan pasangan yang selalu ajak diskusi mengenai apapun itu.Selalu ngobrol tentang apapun dan bebas untuk mengungkapkan apa yang aku rasa.
Terima Kasih ,inner child ku merasa aman dan nyaman.
.
#menulisrasa
#cuapcuapsyadwie

Rabu, 11 Mei 2022

Tak ada fitrah di Hati ku

Hai ,
Gimana lebaran mu tahun ini ?
Kalau lebaran ku sih seperti biasa ,datar dan tanpa rasa .Enggak sedih,enggak senang ,pokoknya enggak gimana gimana.
Eh tapi bohong ,hehe
Ada perasaan iri saat melihat keluarga lain bisa merasakan hangatnya berkumpul bersama keluarga.
Ada perasaan sedih saat melihat postingan teman teman tentang keluarga cemara nya .
Hehehe ,sedih ya.Tapi udah biasa ,Aku selalu gak suka moment Lebaran.

Betapa kasiannya diriku ,Karena tak ada fitrah di hatiku.


Senin, 28 Maret 2022

Perjalanan Mencintai Diri Sendiri

Mencintai diri sendiri ...

Kalimat yang mudah diucapkan tapi tidak mudah untuk dilakukan .
Awal dari perjalanan ku mencintai diri sendiri adalah saat aku mengalami patah hati yang sangat hebat di tahun 2020 .Aku kehilangan Ayah ,Aku kehilangan Orang yang ku anggap sahabat ,Aku kehilangan orang yang ku kasihi. Patah hati dari segala sisi yang berujung Aku kehilangan diriku sendiri.Aku sakit,Aku sedih,Aku hancur dan Aku rapuh. Ingin meminta tolong,tapi pada siapa ?
Saat itu Aku hanya ingin dipeluk .Tapi Aku tidak punya siapapun dan tidak percaya pada siapapun untuk bisa ku ajak berbagi .Aku hanya punya diri sendiri,Aku hanya bisa memeluk diri ku sendiri.
Duka mendalam yang tak bisa ku jelaskan seperti apa yang aku rasakan sampai ingin mengakhiri hidup ku .Aku tidak kuat ,tapi keadaan memaksa ku kuat .Pada akhirnya,semesta berbaik hati pada ku dengan mempertemukan ku pada seorang teman yang ku sebut guru spiritual ku .Beliau mengajarkan ku satu kalimat yang kusebut sebuah mantra yang bernama "Ho'oponopono mantra" .Yaitu mantra untuk mencintai diri sendiri.Isi mantra itu adalah " Dear My Self .. I'm sorry,Please forgive me ,I Love you,Thank you ".
Sebuah mantra dari ilmu psikologi barat .

Setiap hari aku memberi 'makan' otakku dengan mantra mantra itu .Ternyata,ada banyak sekali trauma trauma masa lalu yang harus disembuhkan.
Aku belajar untuk menerima  dan mencintai diriku sendiri.
Gak mudah rasanya ,jatuh bangun Aku menyemangati diri ku sendiri .Aku belajar memaafkan mereka yang menyakitiku ,dan Aku mengikhlaskan kehilanganku.

Sampai pada satu titik ,Aku memahami tentang apa yang aku alami adalah bagian dari perjalanan hidupku.
Ada banyak sekali pelajaran hidup yang akhirnya bisa Aku pahami.Luar biasa sekali perjalanan hidupku ini.

Ah diriku,Terima Kasih ya sudah berjuang 💙 Aku sayang kamu 


Bali,
Musim pancaroba di Bulan Maret 

Sabtu, 05 Februari 2022

Sayap yang patah (cerpen)

Hai,namaku Riri

Aku mahasiswi Psikologi semester 4 disalah satu universitas terbaik di Bandung.Aku masuk sebagai mahasiswi berprestasi di kampusku.

Di Kota ini aku ingin bercerita tentang sepenggal kisah hidupku yang jauh dari kata bahagia.Aku bercerita bukan untuk membagi kesedihan,hanya ingin membagi kepada dunia tentang kisah hidupku yang luar biasa.


Aku dibesarkan oleh seorang Ibu yang luar biasa hebatnya.Beliau seorang single parent,perempuan hebat yang membesarkan anak anaknya seorang diri.Jangan tanya Ayahku kemana.Beliau sudah hidup bahagia bersama istri barunya disebuah Kota kecil diujung pulau Sumatra sana.Dan hubungan kami bisa dibilang tidak baik.Aku dan Ayah jarang berkomunikasi.Jarang bertanya kabar masing masing.Aku tidak ingat semenjak kapan hubungan kami memburuk.Drama perceraian kedua orangtua ku berujung pelik.Aku terpisah dengan ayahku dan memilih untuk tinggal dengan Ibu ku, yang sebenarnya aku adalah seorang anak yang tak bisa memilih.Aku adalah anak kesayangan Ayahku,Aku gadis kecil kesayangan Ayah.Peristiwa itu terjadi beberapa tahun yang lalu.Peristiwa yang  meruntuhkan duniaku dalam sekejap. Dan semenjak itu, ruang antara Aku dan Ayah semakin terbatas.Tidak ada komunikasi apapun.

Lambat laun,Aku hidup sebagai seorang gadis yang kekurangan kasih sayang seorang Ayah.Beruntung,dalam dunia pergaulan Aku tidak mencari kasih sayang seorang Ayah diluar sana.Entah bagaimana jadinya jika Aku mengalami itu .Aku sering melihat sosok anak perempuan yang mencari kasih sayang itu,dengan menjadi simpanan om om .Miris,tapi aku tak punya hak untuk menghakimi mereka.Aku mengerti betul bagaimana rasa nya hidup dalam kasih sayang seorang Ayah .Entah bagaimana harus menjelaskan seberapa dalam luka itu.

Aku hanya bisa menangis ketika Aku rindu Ayah.Aku hanya bisa diam tanpa bisa bercerita kepada siapapun.Diam dan diam .

Ah Ayah,Gadis kecilmu ini rindu


Kamis, 24 Desember 2020

Melawan Ego

 ‘Sudahlah,ada hal yang memang gak bisa dipaksakan ‘

begitu kalimat ku pada seorang teman yang resah akan suatu hal.Kalimat yang sebenarnya sedang ku tunjuk untuk diriku sendiri.Kalimat yang sebenarnya ku gunakan untuk menenangkan hatiku sendiri.

Begitulah,

Untuk aku sesosok manusia egois yang selalu menginginkan orang lain harus seperti yang aku mau.

Untuk Aku sesosok manusia keras kepala yang selalu ingin dipahami terlebih dahulu tanpa ingin dibantah sedikitpun.

Untuk Aku yang pada akhirnya mencoba belajar tentang memahami perbedaan dan tidak memaksakan kehendak sendiri.

Untuk Aku dan ego ku


Hari ini

24 Agustus. Hari ini,tepat tiga tahun yang lalu, Aku berada diatas langit saat engkau dikebumikan. Hari ini,dalam penerbangan Bali - Semaran...